Pages

Banner 468 x 60px

 

Senin, 11 Februari 2019

Fort Marlborough, Jejak Peninggalan Inggris di Provinsi Bengkulu

0 komentar



Cagar Budaya Benteng Marlborough (Doc:Pribadi)


Siapa yang tidak  kenal  dengan Benteng Marlborough  ? Wisata bersejarah yang  menjadi saksi bisu penjajahan Inggris di Provinsi Bengkulu, bagaimana tidak bangunan tua ini masih kokoh berdiri yang terletak di  Jl. Benteng, Kebun Keling, Tlk. Segara, Kota Bengkulu, Bengkulu 38116 tepatnya berdekatan dengan Pantai Paderi.

(Sir Stamford Ratfles (1781-1826) merupakan Gubenur Jendral IEC Bengkulu periode 1817-1822)
Benteng Marlborough merupakan salah satu peninggalan sejarah bangsa Inggris di Bengkulu yang masih utuh  dan dapat kita lihat dan kunjungi. Benteng Ini dibangun pada tahun 1709 hingga 1719 setelah pembangunan benteng York oleh perusahaan dagang Inggris (East Indian Company) di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng ini merupakan benteng terbesar di bagian timur jauh setelah benteng George di madras India benteng Ini dibangun menghadap ke arah selatan dan meliputi areal sekitar 44.100 meter tipe bangunan benteng adalah gaya bangunan abad ke-18 dengan model kura-kura lebar bangunan 120,5 m dan panjang 180 m bahan bangunan terbuat dari bata dari berbagai ukuran yang direkrut dengan adukan semen, sedangkan lantai atas terdiri dari susunan bata dan semen bagian luar benteng dikelilingi dengan kanal dan mempunyai pintu gerbang utama yang dihubungkan dengan jembatan bagian dalam bangunan dan juga terdapat pintu gerbang dan jembatan penghubung. 

Sejak Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 sampai dengan tahun 1983, Fort Marlborough menjadi bangunan bersejarah yang berfungsi sebagai kantor lembaga-lembaga pemerintah Indonesia. Fort Marlborough berfungsi sebagai kantor lembaga pemerintah pertamakalinya tahun 1945 sampai dengan tahun 1949 sebagai markas Kepolisian Republik Indonesia. Tahun 1949, Fort Marlborough direbut oleh Belanda, namun dikuasai lagi oleh Pemerintah Indonesia, Tahun 1949-1983 Fort Marlborough berfungsi sebagai Markas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Komando Distrik 047 dan pada Tahun 1983-1984 Fort Marlborough sebagai bangunan bersejarah dipugar oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Bastion utara, dari sini kita bisa melihat indahnya pantai Tapak Paderi (Doc.pribadi)

Joni Welius  dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi mengatakan “Benteng Marlborough ramai dikunjungi di hari Sabtu dan Minggu. Jikalau dihari biasa sering dikunjungi orang-orang dinas terkadang jika ada tour wisata dari luar daerah “.

Tiket untuk masuk Benteng Marlborough dihargai lima ribu rupiah untuk orang dewasa, tiga ribu rupiah untuk kategori anak-anak ( Paud, TK, SD, yang berpakain sekolah ). Selain itu Benteng Marlborough juga menjadi objek preweding dengan tiket seharga seratus lima puluh ribu rupiah dan kemudian untuk kegiatan liputan media massa dan atau elektronik harga tiket masuk dua ratus ribu rupiah.

Daftar wisatawan yang berkunjung ke Benteng Marlborough selalu meningkat dan data terakhir pada Bulan Desember 2018 mencapai angka 15.530 orang. Wisatawan yang berkunjung ke Benteng Marlborough di dominasi oleh masyarakat Bengkulu khususnya, wilayah Sesumbagsel, dan adapun wisatawan mancanegara di dominasi dari Inggris, Belanda dan Tiongkok.

Ketika kita menelusuri Benteng Marlborough kita akan melewati gerbang pertama dan disana kita akan melihat empat buah prasasti petinggi Inggris, selanjutnya kita melewati  gerbang kedua yang menjadi gerbang utama dari Benteng Marlborough. 

Bapak Joni menjelaskan “ Disisi kanan gerbang utama  kita akan melihat  tiga buah makam dan salah satunya yaitu makam Thomas Parr yang merupakan Residen Gubenur Inggris yang masuk ke Provinsi Bengkulu pada tahun seribu seratus delapan puluh lima. Beliau diutus  East India Company untuk memulihkan pembukuan yang ada di Benteng Marlborough”.

Kemudian, kita akan menemukan benteng ruang Barak Pegawai EIC dan Ruang Jaga atau Sel Militer. “ Fungsi dari Benteng Marlborough ini utamanya adalah pusat utama perdagangan dan tujuan inggris datang ke Provinsi Bengkulu ingin membuat cabang niaga dan karena waktu itu banyak kebutuhan, maka benteng ini memiliki banyak fungsi.  Selain kantor dagang juga dijadikan kantor pertahanan. Jadi, para pegawai EIC yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari yang lainnya dan tempat istirahat mereka di ruang Barak EIC. Adapun ruang jaga atau sel berfungsi sebagai  sel penjagaan utama dan dilengkapi dua sel tahanan” 

Benteng Marlborough memiliki empat bastion yakni bagian  utara, bagian barat, bagian selatan dan bagian timur. Bastion ini berfungsi sebagai pusat pertahanan. Jika kita menelusuri bagian bastion barat dan selatan terdapat barack militer. Jadi ini merupakan barack untuk prajurit. Yang mana saat ini berfungsi sebagai ruang pamer untuk menjelaskan mengenai Benteng Marlborough itu kepada pengunjung yang datang. Saat ini ada dua ruang pamer yang berfungsi untuk memberikan penjelaskan sejarah Benteng Marlborough kepada masyarakat yang mana sumber datanya jelas.

Di Bastion timur dan bastion utara kita akan merupakan Kantor East India Company. Saat ini berfungsi sebagai tempat dari pusat informasi Benteng Marlborough dan disana juga terdapat musholla untuk pengunjung muslim jika ingin beribadah dan disana juga ada toilet yang disediakan  untuk pengunjung.

Selanjutnya jika kita naik ke bastion utara maka dari sana kita bisa melihat indahnya pantai tapak paderi. Apalagi jika kita berada menjelang terbenamnya matahari maka kita akan melihat sunset yang begitu indah. 

Tak hanya itu, Benteng Marlborough dilengkapi Sembilan meriam di bagain luar, gerbang terapat dua meriam, setiap bastion juga dilengkap meriam dan  di dalam ruangan juga terdapat meriam. Jika ditotalkan  di Benteng Marlborough terdapat dua puluh dua meriam. 

Kalian tahu gak? bahwasanya BPCB Jambi mendukung penuh Wonderfull  Bengkulu 2020  dengan menambahkan fasilitas di Benteng Marlborough seperti ruang tata pamer 1, ruang tata pamer 2, ruang audiovisual, ruang baca yang sekaligus dilengkapi dengan kamera keamanan dan  di tahun 2018 ini kami menambahkan seperti ruang koleksi yang selama ini kosong di sel militer dan sekaligus penataan tata ruang  seperti plaza Marlborough di dekat mess Pemda.

Mayang yang merupakan salah satu pengunjung mengungkapkan ketakjubtannya terhadap arsitektur dari Benteng Marlborough yang saat ini masih kokoh berdiri. Sehingga kita bisa mengenal langsung dan melihat bukti sejarah pada masa lampau dan semakin meningkatkan rasa nasionalisme untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), bahwa dulu kita pernah terjajah dan jangan sampai itu terulang kembali”.

Bagi wisatawan sebelum masuk Benteng Marlborough terdapat tempat jajanan dari menyediakan air minum, es cream, rujak dan yang lainnya. Disana juga terdapat yowan souvenir untuk pengunjung jika ingin membeli pernak pernik Benteng Marlborough , mulai dari gantungan kunci, asbak, baju kaos, dan lain sebagainya.



Di negeri yang tanpa sejarah, masa depan, masyarakatnya akan dikuasai oleh mereka yang menentukan isi ingatan, serta yang merumuskan konsep dan menafsirkan masa lampau". (Michael Sturner).


0 komentar:

Posting Komentar

Fort Marlborough, Jejak Peninggalan Inggris di Provinsi Bengkulu

Cagar Budaya Benteng Marlborough (Doc:Pribadi) Siapa yang tidak  kenal  dengan Benteng Marlborough  ? Wisata bersejarah ...

 
Puji Sukma © 2018