Pages

Banner 468 x 60px

 

Minggu, 21 Oktober 2018

Talk Show Indonesia Tanpa Pacaran, Gaul Sehat Anti Maksiat

1 komentar


Talk Show Indonesia Tanpa Provinsi Bengkulu

Hello good people

Telah berlangsungnya talk show mengenai Indonesia Tanpa Pacaran Minggu, 21 Oktober 2018 yang berlangsung di Masjid Akbar At-Taqwa Provinsi Bengkulu oleh La Ode Munafar yang merupakan founder Indonesia Tanpa Pacaran.

Gerakan #IndonesiaTanpaPacaran (ITP) adalah sebuah gerakan yang berdiri berkat dorongan hati nurani pelajar, mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang prihatin terhadap rekan-rekannya yang banyak menjadi korban pacaran. Hadir dengan dengan slogan visi “Menjadi Barisan Terdepan Berjuang Menghapus dari Indonesia” http://indonesiatanpapacaran.com/2017/01/21/profil-gerakan-indonesiatanpapacaran/


Allah berfirman :
وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓ‌ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فَـٰحِشَةً۬ وَسَآءَ سَبِيلاً۬ (٣٢

dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.(Al Isro’ 32). 


Maaf beribu maaf, melalui tulisan ini barangkali ada yang tersinggung dan namun percayalah tidak ada maksud hati untuk menyakiti. selagi yang itu baik saya ingin membagikannya kepada kalian semua dan semoga ini bermanfaat untuk kita semua.

Jadi, yang saya tahu jika pacaran itu hanya status belaka dan namun dari sanalah ketika melakukan zina dianggap hal biasa saja karena terikat akan status pacaran. Kalau saya melihat ini semenjak duduk dibangku sekolah, hampir setiap tahun siswa/siswi putus sekolah karena MBA "married by accident". Sangat disayangkan tapi itulah jalan yang mereka pilih. Inilah alasan saya excited mengikuti talk show ini, ilmu yang masih kurang dan berharap mendapatkan suntikan-suntikan ilmu agama dalam kegiatan ini.

Teman-teman sekalian, dalam kegiatan talk show Indonesia Tanpa Pacaran. Kak La Ode mengatakan, bahwasanya dipandang dari segimanapun pacaran merusak generasi muda. Tidak ada aturan baku dalam pacaran sehingga kita tidak tahu dimana titik pelanggaran yang kita lakukan. Ketika tidak adanya larangan yang mengikat dalam pacaran hingga yang bermain hawa nafsu dan bisikan-bisikan syetan. 

Zaman sekarang wanita gampang sekali untuk dirayu dan sehingga wanita memberikan semua yang dimilikinya untuk memuaskan nafsu laki-laki. Seperti inilah jadinya ketika naluri cinta tidak dikontrol dengan keimanan. Sehingga wanita yang memuaskan nafsu laki-laki secara gratis lebih HINA daripada pelacur yang masih mendapatkan bayaran.
Proses pacaran gampang  sekali dan diputuskan gampang juga
"JADI JANGAN HERAN"
Saat ini anak SD sudah pacaran dan panggilannya Umi Abi, ini masih kecil panggilannya udah Umi Abi. Pacaran semakin lama semakin merusak, manusia ada aturan saja dilanggar apalagi yang tidak ada aturan sehingga yang bermain hawa nafsu dan bisikan-bisikan setan maka lahirlah maksiat-maksiat.
Bagaimana pacaran memicu tindakan kriminalitas ?

 Remaja berinisial R (16) dibantu D (14) nekad menganiaya mantan pacarnya S (16) hingga tewas. Kemudian, jasad korban dibuang ke semak-semak perkebunan di Rancabolang, Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Diduga, remaja tanggung tersebut sakit hati akibat perlakuan korban. Baca selengkapnya di https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/09/25/pfljvb335-sakit-hati-remaja-aniaya-mantan-pacar-hingga-tewas

Kemudian, kasus pembunahan dari pacaran, Pacarnya diajak berhubungan badan dan wanitanya tidak mau dan pacarnya mengajak 3 teman laki-lakinya untuk memperkosanya dan memasukan gagang cangkul ke kemaluannya hingga menembus paru-paru. Ini hanya 2 kasus dari sekian banyaknya kasus kriminalitas dari Pacaran.

Yang mengatakan pacaran tidak ngapa-ngapain, ingat naluri bergerak secara liar dan tidak ada yang akan menjamin supaya bisa dikendalikan. Sehingga jangan heran jika sudah pacaran naluri akan bergerah perlahan-lahan sampai pada titik maksimal yaitu perzinaan. Awalnya boleh saja mengatakan cuma pacaran biasa, pacaran enggak ngapa-ngapain, tapi ingat! Ingat selalu, camkan sekali lagi, pacaran sama saja memberikan kesempatan pada naluri untuk dipancing secara liar! Sampai pada titik naluri itu loyo atau capek sendiri akhirnya PUTUS. - La Ode Munafar

Kak La Ode Munafar juga menjelaskan banyaknya curhatan yang masuk di link OA Indonesia Tanpa Pacaran, salah satunya banyak curhatan-curhatan akan ancaman-ancaman yang dilakukan oleh laki-laki. hati-hatilah wanita karena ketika laki-laki tak mampu mengontrol dirinya, ia akan menghalalkan segala cara. Lelaki yang baik tidak akan melakukan ini padamu, berhati-hatilah dalam sikap dan ingatlah batas koridor dan jangan sampai kita ditindas dan ditekan oleh ancaman karena perbuatan kita juga.


Gaul sehat, anti maksiat

BERTOBAT DARI PERZINAAN
"Bertobatlah dari zina karena ketika kita tidak mendapatkan hukuman di dunia atas perbuatan zina, maka kita tetap akan mendapatkan hukuman di Akhirat. Maka dari itu memohon ampunlah kepada Allah SWT dan bertobat" 
  

1. Bertobatlah dan berjanji bersungguh-sungguh kepada Allah SWT seikhlas-ikhalsnya untuk berhenti melakukan zina. ini merupakan dosa besar maka tobat yang dilakukan harus bersungguh-sungguh.
2. Menyesal, sesali semua perbuatan zina yang telakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi
3. Ikuti dengan amalan sholeh, perbanyaklah beramal sholeh dan jauhi lingkungan yang mendekatkan kepada zina atau peluang untuk kembali melalukuan zina

.Menyadarkan teman dari perbuatan Maksiat
1. Dekati Secara Emosional
.
Pendekatakn secara emosional artinya mendekati teman/keluarga kita agar saat ada masalah, mencari solusi melalui kita bukan lewat aplikasi Hp atau di luar sana yang belum ditahu kebenarannya. Oleh karena itu jangan pernah merasa rugi meluangkan waktu untuk mendengarkan curhatan teman/keluarga kita. Ajak pula teman/keluarga kita makan bersama, jalan bersama hingga melakukan hoby bersama. Targetnya agar terjalin kedekatan.
.
2. Dekati Secara Pemikiran.
Setelah dekat secara emosional pastikan dekatin secara pemikiran. Agar ia paham bahwa meninggalkan masksiat karena kesadarannya yaitu dilarang Allah Swt. Bukan karena gak enak sama kita. Sebab kalau cuma gak enakan bisa jadi ia bermaksiat sembunyi-sembunyi dari kita. Tapi jika sadar secara pemikiran bahwa karena itu dilarang Allah maka insyaAllah dia akan berusaha meninggalkan maksiat secara sadar juga
.
3. Pentingnya Lingkungan
Selalu jaga teman/ keluarga kita pergaulannya. Jangan sampai ia terbawa lingkungan pergaulan bebas di luar sana. Bantulah dia menemukan lingkungan baik atau membuat sendiri lingkungam baik. Sehingga tidak terbawa arus lingkungan yang merusak.
.
4. Jangan Lupa Doain Teman/Keluarga
.
Rasululah Sendiri tidak bisa mengislamkan pamannya Abu Thalib. Itu berkaitan dengan hidayah yang diberikan Allah Swt. Oleh karena itu jangan lupa berdoa agar teman/keluarga kita diturunkan oleh Allah Swt hidaya taufik agar kembali ke jalan benar
Sumber: Dokumen Pemuda TQN Suralaya News 
Pertama . Maksud Hukum Rajam Dan Cambuk Bagi Pezina.
Zina merupakan dosa besar. Barangsiapa berbuat zina, maka hukumannya menurut agama Islam ialah sebagai berikut:
1. Jika pelakunya muhshan (pernah berjima’ dengan nikah yang sah), mukallaf (sudah baligh dan berakal), suka rela (tidak dipaksa, tidak diperkosa), maka dia dicambuk 100 kali, kemudian dirajam, berdasarkan keumuman ayat 2 surat An Nur, dan perbuatan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Atau cukup dirajam, tanpa didera, dan ini lebih baik, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu dan Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.
2. Jika pelakunya belum menikah, maka dia didera (dicambuk) 100 kali. Kemudian diasingkan selama setahun. [1]
Dirajam yaitu dilempari batu sampai mati. Caranya, orangnya ditanam berdiri di dalam tanah sampai dadanya, lalu dilempari batu sampai mati.
Berikut ini diantara dalil tentang hukum dera (cambuk) dan rajam ini:
Allah Subhanahu wa Ta’alal berfirman
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مَائَةَ جَلْدَةٍ وَلاَتَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [An Nur : 2]
Hal ini juga disebutkan dalam banyak hadits. Antara lain :
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ
Ambillah dariku, ambillah dariku. Sesungguhnya Allah telah memberi jalan yang lain kepada mereka, [2] yaitu orang yang belum menikah (berzina) dengan orang yang belum menikah, (hukumnya) dera 100 kali dan diasingkan setahun. Adapun orang yang sudah menikah (berzina) dengan orang yang sudah menikah (hukumnya) dera 100 kali dan rajam. [3]


Read more https://almanhaj.or.id/452-hukum-razam-bagi-pezina.h
Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Az Zumar: 53).

Ibnu Katsir mengatakan, ”Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagai buih di lautan, ” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/138-139, Muassasah Qurthubah).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar (seperti zina, membunuh dan minum minuman keras).
Sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan, ”Berbagai hadits menunjukkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa (termasuk pula kesyirikan) jika seseorang bertaubat. Janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah walaupun begitu banyak dosa yang ia lakukan karena pintu taubat dan rahmat Allah begitu luas,” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12/140).
Juga dilaksanakan deklarasi Indonesia Tanpa Pacaran di Provinsi Bengkulu

Sumber: Ig @Indonesiatanpapacaran
 Kesimpulannya adalah, jauhi hal-hal yang mendekatkan diri dari zina. Kita tahu akan aturan  yang dilarang agama dan namun ketika hawa nafsu yang lebih leluasa berkuasa, akal sehatpun tak berjalan sebagaimana mestinya.

Jangan menjadi munafik ketika kita mengemas diri didepan banyak orang seakan-akan baik dan didalamnya zina yang kita lakukan. Niscaya ketika kita benar-benar ingin bertobat jauhilah hal-hal yang mendekatkan diri dari  yang namanya ZINA.

Sayangi orangtua sebagaimana mereka menyayangi kita dan harapan mereka ada dipundak kita dan ketika kita telah melakukan zina dengan pacar dan namun tidak menikah dengannya. Ingat, suami/istri kita mendapatkan kita dalam keadaan bekas belaian orang lain. Jangan mengatasnamakan cinta dalam perzinaan. Bukankah menebarkan kebaikan adalah tugas kita sebagai manusia?

1 komentar:

Nengsih Hariyanti mengatakan...

Mksh kk ilmunya.. Sayang kmren nggk bsa hadir pas acara ..

Posting Komentar

Talk Show Indonesia Tanpa Pacaran, Gaul Sehat Anti Maksiat

Talk Show Indonesia Tanpa Provinsi Bengkulu Hello good people Telah berlangsungnya talk show mengenai Indonesia Tanpa Pacara...

 
Puji Sukma © 2018