Pages

Banner 468 x 60px

 

Minggu, 27 November 2016

Nara Kreatif Sahabat Anak Jalanan Ibukota

0 komentar

( Kisah Inspiratif Anak Jalanan yang tergabung di Nara Kreatif )

RadarPuji II Yayasan Nara Kreatif merupakan kewirausahaan sosial, yaitu pengolahan limbah perusahaan (green office) dan lembaga pendidikan (green education), khususnya berbahan kertas. Dikaryakan menjadi office supplies, media kits, wedding kits dan topi toga, oleh anak jalanan/terlantar untuk akses pendidikan sekolah bebas biaya, serta tempat tinggal (asrama).

Persoalan anak jalanan di Indonesia terutama di Ibukota Jakarta sepertinya telah menjadi persoalan "lumrah" yang terjadi di kota-kota besar. Tidak sedikit cerita miris yang kita dengar tentang eksploitasi anak-anak jalanan tersebut demi kepentingan seorang-dua orang oknum. Jika ditelisik dari UUD, maka kita dapat menemukan pasal yang mewajibkan pemerintah membina dan mengasuh anak-anak tersebut. Tetapi, mungkin karena "kesibukan" pemerintah yang padat, maka persoalan ini seperti tidak terlirik. er:

Wajar saja, jika anak-anak tersebut dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, tidak semua orang jahat atau tidak peduli dengan masalah itu. Tidak sedikit juga orang-orang yang sadar dan peduli terhadap masa depan anak-anak jalanan tersebut.  

Ramadhan dan kawan-kawannya. Lewat Yayasan Nara Kreatif yang resmi didirikan pada Juni tahun 2012 lalu, Neza bahu-membahu memberikan pelayanan pendidikan terhadap anak-anak jalanan tersebut. Bahkan, pendidikan tersebut ia arahkan agar mereka (anak-anak jalanan itu) tidak lagi mengemis atau berkeliaran di jalan tetapi mempunyai jiwa dagang dan usaha yang mumpuni.

Salah seorang anak jalanan yang sekarang bergabung di yayasan nara kreatif menjadi pembicara di acara UI Youth Environmental Action 2016. Ia menggantikan Reza sebagai pembicara dikarenakan sedang mengalami musibah yang mana ibunya meninggal dunia.

”Pada prinsipnya kita bukan memberdayakan anak jalanan, namun kita ingin terapkan konsep employment model. Jadi tidak hanya semata-mata tujuan ekonomi saja tapi bagaimana mengubah mereka dari attitude, karakter dan kemandirian,” ungkap Neza seperti dilansir dari indopos.co.id.

 Pria kelahiran Padang, 8 April 1991 itu mengakui keberadaan Yayasan Nara Kreatif tidak terlepas dari support orang tua dan sahabat-sahabatnya. Modal yang ia habiskan untuk mengontrak satu buah rumah dan membuat mesin daur ulang cetak kertas sebesar Rp 37 Juta. Belum lagi biaya operasional Yayasan dimana Neza harus mempersiapkan kebutuhan anak-anak tersebut agar tidak berpaling atau kembali ke jalanan.

Lambat laun, kesabarannya itu berbuah hasil. Usaha produksi daur ulang kertas dari Yayasan Nara Kreatif yang berpusat di Kramat Jati, Jakarta Timur ini pun semakin diminati masyarakat luas. Produk yang dihasilkan tersebut meliputi kotak tisu, kartu undangan, kotak parsel, dan lain sebagainya. 

 Kini, selain berwirausaha, anak-anak jalanan diberikan program pendidikan gratis. Sedikitnya ada 50 orang siswa pada launching pertama (September 2013) program pendidikan gratis tersebut.  

Ia mengatakan; ”Untuk waktu belajar kejar paket dimulai dari pukul 19.00- 22.00. Adapun untuk tenaga pengajar diisi oleh sukarelawan yang berasal dari teman-teman. Setiap tingkatan sekolah kita sediakan 6 guru mata pelajaran”.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha M
Kegiatan Yayasan Nara Kreatif pun saat ini sudah sangat bervariasi. Kegiatan luaran tersebut yang meliputi pameran dan kegiatan sosial. Baru-baru ini, Yayasan Nara Kreatif juga telah mengikuti pameran di Konferensi Asia Afrika yang digelar di JCC. Sementara untuk kegiatan sosial yang rutin dilakukan meliputi khitanan massal dan santunan bagi keluarga yang tidak mampu di seputaran Kramat Jati. Ungkapnya lagi.
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM  
Dari segi prestasi, Yayasan Nara Kreatif juga telah mendapatkan penghargaan dari program "Wirausaha Sosial Mandiri 2014" dan menjadi "Duta Sosial Nasional 2014". Selain itu, kegiatannya juga pernah diliput oleh Program Televisi "Kick Andy" dan Mainichi Jepang. (kc/red/berbagai sumber)
Sumber: Kinciakincia.com, Media Online Ekonomi dan Promosi Bisnis - UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah): Nara Kreatif, Pendidikan Untuk Anak-anak Jalanan: 


0 komentar:

Posting Komentar

Fotografi#_ Social, Sport & Culture

1. Social 2. Sport  3. Culture

 
Puji Sukma © 2018