Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 19 November 2016

Keluarga Broken Home Tak Surutkan Semangat

4 komentar




Puji Haryadi Mulyana Sukma, merupakan gadis kelahiran 29 Agustus 1997 di Muara Aman.  Kedua orang tua Puji telah berpisah saat dirinya belum genap 1 tahun.

Puji tinggal bersama Ibunya, sejak kecil Ia diurus oleh Ibunya dan dari kecil Ia tak mengenal sosok seorang Ayah. Umur 12 tahun saat duduk di bangku 2 SMP Ia bertemu dengan Ayahnya. Sebelumnya Ia tak bisa membayangkan bagaimana sosok Ayahnya. Ia juga mengatakan “ Cerita saya bertemu Papa seperti kisah sinetron, untuk pertama kalinya saya naik pesawat ke Batam untuk bertemu Papa dan saat keluar saya dihampiri sosok laki-laki dan menanyakan kamu Puji kemudian saya menjawab iya. Laki-laki tersebut sontak memeluk Saya, dalam hati saya merintih ini ayah saya dan ini sosok yang saya rindukan bertahu-tahun”.

Saat itu Ia merasakan kasih sayang seorang Ayah secara langsung selama 3 minggu  saat liburan ke Batam dan kemudian Ia pulang ke Lebong untuk mengikuti kegiatan sekolah. Pertemuan seperti  itu dengan sang Ayah dirasakan kembali saat liburan kelas 2 SMA dan liburan panjang usai tamat SMA di kampung halaman Sumatera Barat.


Masa SMA Ia aktif di Organisasi seperti OSIS, Pramuka, dll. Saat kelas 3 SMA Ia dan rekannya Reja Gusmadi, Veby Beonardo, Adelina Efriyanti dan Ade Surya membentuk organisasi yang diberi nama TYG_COOL ( The Young Generation Care Optimal Of Lebong ). Sebuah organisasi keterpedulian terhadap remaja yang melakukan pergaulan bebas.

Organisasi TYG_COOL membuatnya bertemu dengan beberapa anak korban broken home. Mendengar cerita dari mereka membuatnya ingin berteriak kepada semua orang jangan lakukan perceraian. Menurutnya; “perceraian menimbulkan dampak tekanan batin untuk seorang anak karena banyak anak yang tidak kuat akkirnya melakukan pergaulan bebas dan merasa hidup tidak ada gunanya. Meskipun korban broken home membuat anak-anak yang tegar dan bahkan tetap berprestasi tetapi ada kalanya Ia merindukan kkedamaian didalam rumah dengan kedua orangtua yang utuh”.

Gadis tersebut sekarang telah berusia 19 tahun dan sekarang mengenyam pendidikan di Universitas Bengkulu. 7 hari ngampus Ia dan rekannya Reja Gusmadi dan Achmad AnggiaBatubara meraih juara 2 lomba debat tingkat Provinsi Bengkulu. 9 November 2016 Ia mendapat pengumuman essaynya lolos tingkat Nasional dan menjadi 50 Delegasi essay terbaik UI Youth Environmental Action 2016.

Perceraian adalah pilihan setiap pasangan tetapi perceraian membawa dampak untuk anak-anaknya. Saya korban broken home merasa masih beruntung karena bisa merasakan kasih sayang Ibu di rumah dan kasih sayang Ayah walapun bertemu dengan Papa hanya beberapa tahun sekali. Saya harus mensyukuri takdir hidup saya walaupun saya pada hakikatnya tidak menginginkan ini karena di luar sana masih banyak anak-anak korban broken home hidupnya tak terurus bahkan teman dekat saya belum pernah bertemu Ayahnya sampai saat ini dan tidak tau  keberadaan dan Informasi tentang ayahnya.*Tungkasnya lagi.

4 komentar:

Deri Prayogi mengatakan...

kerennn..... :D

Irfan VanJoule mengatakan...

Kak puji :D

Puji Sukma mengatakan...

Heii heii, apanya yg keren. Wkwkwk

Puji Sukma mengatakan...

Oikk ? Hallo dek irfan. Wkwkwk. Btw Happy Birthday yaaa. Belum basihhh kan? 😂

Posting Komentar

Fotografi#_ Social, Sport & Culture

1. Social 2. Sport  3. Culture

 
Puji Sukma © 2018